Ahza Studio
Plantation Tools Panduan Penggunaan
← Kembali ke Beranda

Panduan Penggunaan Lengkap

Pelajari cara menggunakan setiap tool di Plantation Tools untuk memaksimalkan produktivitas kerja Anda

Daftar Isi

Panduan Instalasi & Setup

🌍

Instalasi Plugin di QGIS (Versi 3.16+)

ALL TIERS

Cara menambahkan Plantation Tools ke aplikasi QGIS Anda menggunakan file ZIP yang telah diunduh.

Langkah Pemasangan:

  1. Buka aplikasi QGIS Anda.
  2. Pilih menu Plugins > Manage and Install Plugins...
  3. Pilih tab Install from ZIP di panel sebelah kiri.
  4. Klik tombol browse `...` dan pilih file PlantationTools_v2.0.0_QGIS_PRO.zip yang telah Anda unduh.
  5. Klik tombol Install Plugin.
  6. Jika muncul peringatan keamanan, pilih Yes/Continue.
  7. Selesai! Ikon Plantation Tools akan muncul di toolbar dan menu Processing Toolbox Anda.

I. Land Preparation

🔲

02. Create Block Grid (Buat Grid Blok)

FREE TIER

Membuat grid blok perkebunan dengan ukuran dan orientasi custom.

Langkah Penggunaan:

  1. Buka tool Create Block Grid
  2. Input Boundary: Pilih polygon batas area perkebunan
  3. Block Width (Lebar Blok): Masukkan lebar blok (Default: 1000 m)
  4. Block Length (Panjang Blok): Masukkan panjang blok (Default: 1000 m)
  5. Main Road Width: Lebar jalan utama (Default: 10 m)
  6. Collection Road Width: Lebar jalan koleksi (Default: 6 m)
  7. Grid Rotation Angle: Sudut rotasi grid (0-360 derajat)
  8. Output Feature Class: Tentukan nama output blok
  9. Klik Run

💡 Tips: Sesuaikan ukuran blok dan lebar jalan dengan standar agronomi perusahaan.

II. Topography & Hydrology

📏

03. Create Contours (Buat Kontur)

FREE TIER

Membuat garis kontur dari DEM dengan opsi smoothing dan interval indeks.

Langkah Penggunaan:

  1. Buka tool Create Contours
  2. Input DEM: Pilih raster DEM
  3. Contour Interval: Interval antar garis kontur (misal: 1 m, 5 m)
  4. Index Contour Interval: (Opsional) Interval untuk kontur indeks/tebal
  5. Minimum Contour Length: Panjang minimum garis untuk validasi (Default: 50 m)
  6. Apply Smoothing: (Opsional) Haluskan garis kontur (Algoritma PAEK)
  7. Smoothing Tolerance: Nilai toleransi penghalusan (misal: 20 m)
  8. Output: Tentukan lokasi output (GDB/SHP)

💡 Tips: Gunakan smoothing untuk hasil kartografis yang lebih halus.

⛰️

04. Slope Classification (Klasifikasi Lereng)

FREE TIER

Klasifikasi kemiringan lahan (SKL) dengan eliminasi area kecil (Generalisasi).

Langkah Penggunaan:

  1. Buka tool Slope Classification
  2. Input DEM Raster: Pilih file DEM
  3. Minimum Mapping Unit (Ha): Area minimum poligon (Default: 0.25 Ha). Area lebih kecil akan dieliminasi.
  4. Max Elimination Iterations: Jumlah iterasi pembersihan (Default: 3)
  5. Output: Pilih lokasi geodatabase output

💡 Output: Kelas lereng otomatis (Datar s/d Sangat Curam) sesuai standar SKL.

🗺️

05. Morphology Classification (Klasifikasi Morfologi)

FREE TIER

Mengidentifikasi bentuk bentang lahan (Morfologi) dengan generalisasi area.

Langkah Penggunaan:

  1. Buka tool Morphology Classification
  2. Input DEM Raster: Pilih file DEM
  3. Minimum Mapping Unit (Ha): Area minimum poligon (Default: 0.25 Ha).
  4. Output: Tentukan lokasi output

💡 Output: Klasifikasi otomatis: Puncak, Punggung Bukit, Lereng, Lembah, Dataran.

💧

06. Hydrology Analysis

PRO TIER

Analisis aliran sungai dan daerah tangkapan air (Catchment).

Langkah Penggunaan:

  1. Buka tool Hydrology Analysis
  2. Input DEM: Pilih file DEM
  3. Stream Definition Threshold (Hectares): Luas tangkapan minimum untuk membentuk sungai (Default: 5.0 Ha)
  4. Output Drainage Lines: Lokasi output garis sungai
  5. Output Flow Direction/Accumulation: (Opsional) Output raster analisa

💡 Tips: Threshold lebih kecil = sungai lebih detail (anak sungai kecil terdeteksi).

🌊

24. Identifikasi Area Genangan (Sink Detection)

PRO TIER

Mengidentifikasi area cekungan yang berpotensi banjir/tergenang berdasarkan DEM.

Langkah Penggunaan:

  1. Buka tool Sink Detection
  2. Input DEM: Pilih file elevasi digital (Raster)
  3. Output Polygon: Lokasi output area genangan (Polygon Shapefile/GDB)

III. Agronomy & Planting

📍

07. Generate Planting Points (Titik Tanam)

BASIC TIER

Membuat titik tanam otomatis dengan pola segitiga atau persegi.

Langkah Penggunaan:

  1. Buka tool Generate Planting Points
  2. Planting Blocks (Polygon): Pilih polygon blok (hasil Create Block Grid)
  3. Planting Pattern: Pilih pola (Triangular/Segitiga atau Rectangular/Persegi)
  4. Jarak Diagonal (Sisi Miring) / Antar Baris (m): Jarak antar barisan tanaman
  5. Jarak Dalam Baris (Tegak) / Plant Spacing (m): Jarak antar pohon dalam satu baris
  6. Orientation: Arah barisan instan (North-South / East-West)
  7. Boundary Margin (m): Jarak buffer dari tepi blok (default: 2.5m)
  8. Output Points: Tentukan lokasi output titik tanam
  9. Klik Run

💡 Tips: Untuk Sawit SPH 143, gunakan Jarak Antar Baris = 9m (?) atau sesuaikan dengan standar agronomi perusahaan.

🌄

08. Generate Terrace Points (Titik Tanam Teras)

PRO TIER

Membuat titik tanam mengikuti garis teras untuk lahan berlereng.

Langkah Penggunaan:

  1. Buka tool Generate Terrace Points
  2. Terrace Lines (Polyline): Pilih polyline garis teras
  3. Planting Pattern (Pola Tanam):
    • 2. Planting Pattern: Pilih SEGITIGA_MATA_GERGAJI untuk pola zigzag.
    • 3. Left-Right Spacing: Tentukan jarak lebar antar jalur (misal: 7.5m).
    • 4. Min. Distance / Tolerance: (Opsional) Jarak minimum antar titik. Titik yang lebih dekat dari ini akan dihapus (Collision Detection). Default: 5.0m.
    • 5. Margin from Edge: Jarak aman dari ujung teras.
    • 6. Longitudinal Spacing: Jarak antar pokok dalam satu baris.
    • 7. Output: Tentukan lokasi penyimpanan titik dan garis.
    • Output Connecting Lines: (Optional) Garis penghubung antar titik (mata lima).
    • Klik Run

💡 Info Mata Gergaji: Pola ini menempatkan pohon secara selang-seling di kiri dan kanan as teras, memungkinkan populasi lebih tinggi pada te

🔢

10. Numbering Rows & Points (Penomoran Baris & Pokok)

BASIC TIER

Memberikan nomor urut baris dan nomor pokok secara otomatis pada titik tanam dalam satu blok.

Langkah Penggunaan:

  1. Buka tool Numbering Rows & Points
  2. Input Planting Points: Pilih layer titik tanam
  3. Block Boundary / Reference Line: Garis acuan penomoran baris
  4. Sorting Direction: Arah pengurutan nomor (Utara-Selatan, Timur-Barat)
  5. Klik Run

💡 Output: Atribut ROW_NUM dan POINT_NUM akan ditambahkan ke layer titik tanam Anda.

📐

09. Hitung Jarak Tanam

BASIC TIER

Menganalisa dan menghitung persentase deviasi jarak tanam aktual (Mata Lima) terhadap jarak tanam standar SPH.

Langkah Penggunaan:

  1. Buka tool Hitung Jarak Tanam
  2. Input Trees (Pokok Sawit): Pilih layer titik pohon
  3. Standard Spacing (Jarak Standar): Masukkan jarak ideal (misal: 9.0 m untuk SPH 143)
  4. Output Tesselation / Jarak: Tentukan folder keluaran
  5. Klik Run
💰

11. Planting Cost Estimator (Estimasi Biaya Tanam)

BASIC TIER

Kalkulasi RAP biaya tanam (Bibit, LC, Pupuk) berdasarkan luas area dan SPH.

Langkah Penggunaan:

  1. Buka tool Planting Cost Estimator
  2. Input Block: Pilih polygon blok area
  3. SPH (Stands Per Ha): Target kerapatan pohon (Default: 136)
  4. Harga Bibit (Rp/Batang): Harga satuan bibit
  5. Biaya Land Clearing (Rp/Ha): Biaya LC per hektar
  6. Biaya Pupuk Dasar (Rp/Batang): Biaya pupuk lubang per pokok
  7. Klik Run
🧪

12. Fertilizer Calculator

BASIC TIER

Hitung kebutuhan pupuk dengan metode Dosis Statis atau VRA (Variable Rate Analysis).

Langkah Penggunaan:

  1. Buka tool Fertilizer Calculator
  2. Input Block & Tree Count Field: Layer blok dan field jumlah pokok
  3. Calculation Method:
    • Static Dose: Dosis rata untuk semua blok.
    • VRA Analysis: Dosis variabel berdasarkan data titik sampel hara (LSM).
  4. Fertilizer Type: Nama jenis pupuk (misal: NPK)
  5. Dosage (kg/pkk): Dosis per pokok (High Dose untuk VRA)
  6. Frequency per Year: Jumlah rotasi pemupukan
  7. [VRA] Parameters: (Jika VRA aktif) Masukkan Low Dosage, Layer Titik Sampel, Field Hara, dan Threshold kritis.
🔢

13. Calculate SPH (Hitung SPH)

BASIC TIER

Menghitung Stands Per Hectare (SPH) per blok.

Langkah Penggunaan:

  1. Buka tool Calculate SPH
  2. Block Layer: Pilih polygon blok
  3. Points Layer: Pilih titik tanam
🚜

14. Road Cut & Fill Analysis

PRO TIER

Estimasi volume Gali Timbun jalan dengan perataan desain (Smoothing).

Langkah Penggunaan:

  1. Buka tool Road Cut & Fill Analysis
  2. Input Road: Garis as jalan (Polyline)
  3. Input DEM: Raster elevasi
  4. Road Width (m): Lebar badan jalan rata-rata
  5. Sampling Interval (m): Jarak antar titik sampling (misal: 10 m)
  6. Smoothing Window: Tingkat perataan elevasi desain (misal: 5 titik)
  7. Klik Run
🧩

15. Planting Distance Assessment

BASIC TIER

Analisis jarak tanam (Triangulasi) untuk mendeteksi deviasi jarak tanam antar pokok.

Langkah Penggunaan:

  1. Buka tool Planting Distance Assessment
  2. Input Trees: Pilih layer titik pohon
  3. Search Radius (m): Jarak pencarian maksimum (Default: 12 m untuk SPH 136/143)
  4. Max Neighbors: Jumlah tetangga maksimal (Default: 6 untuk Mata Lima)
  5. Output Lines: Lokasi output garis koneksi antar pohon

💡 Tips: Garis yang terlalu panjang (>9.5m) atau terlalu pendek (<8m) mengindikasikan deviasi dari standar SPH.

🌿

16. NDVI Analysis

xb4kzv>

14. NDVI Analysis

BASIC TIER

Analisis kesehatan vegetasi dari citra multispektral (Red & NIR).

Langkah Penggunaan:

  1. Buka tool NDVI Analysis
  2. Red Band & NIR Band: Input raster band Merah dan Near-Infrared
  3. Output Base Name: Nama dasar untuk file output
  4. Create Shapefiles: (Opsional) Konversi hasil raster ke vektor (Polygon)
  5. Output Folder: Lokasi penyimpanan hasil

IV. Plantation Intelligence (AI)

🤖

17. Oil Palm Detection (AI)

PRO TIER

Deteksi pohon sawit otomatis menggunakan Deep Learning (.onnx).

Langkah Penggunaan:

  1. Buka tool Oil Palm Detection
  2. Input Imagery: Citra Drone/Satelit (RGB)
  3. Validation Model: Pilih file model (.onnx) yang sesuai
  4. Confidence & IoU Threshold: Batas keyakinan deteksi (Default: 0.15 / 0.25)
  5. Tile Size & Overlap: Ukuran potong citra (640px) dan overlap (25%)
  6. Auto Tree Size: Aktifkan agar sistem menyesuaikan ukuran pohon berdasarkan resolusi
  7. Area of Interest (AOI): (Opsional) Batasi deteksi pada area polygon tertentu

💡 Info: Menggunakan Deep Learning untuk hasil presisi tinggi.

V. Infrastructure & Logistics

🚜

18. Harvest Route Optimizer

PRO TIER

Optimasi rute panen (Least Cost Path) dari TPH ke Pabrik/Ramp.

Langkah Penggunaan:

  1. Buka tool Harvest Route Optimizer
  2. Harvest Points: Titik sumber panen (TPH/Blok)
  3. Destination: Titik tujuan (Pabrik/Loading Ramp)
  4. Road Network: (Opsional) Layer jalan eksisting (Biaya rendah)
  5. DEM: (Opsional) Elevasi untuk kalkulasi hambatan lereng
🛣️

19. Road Stability Analysis

PRO TIER

Analisis risiko jalan berdasarkan lereng, hujan, dan jenis tanah.

Langkah Penggunaan:

  1. Buka tool Road Stability Analysis
  2. Road Network: Polyline jaringan jalan
  3. DEM & Soil Type: Faktor topografi dan tanah
  4. Annual Rainfall (mm/yr): Curah hujan tahunan (Faktor risiko basah)
  5. Output: Feature class garis dengan atribut Skor Risiko (Low/Med/High)
🗺️

25. Optimal Road Routing (Rute Jalan Optimal)

PRO TIER

Analisis rute terbaik dan terpendek untuk jalan baru berdasarkan tingkat kesulitan kontur/lereng (Least Cost Path).

Langkah Penggunaan:

  1. Buka tool Optimal Road Routing
  2. Start Points: Pilih layer titik awal (misal: Main Road)
  3. End Points: Pilih layer titik tujuan
  4. Input DEM (Topography Cost): Raster elevasi untuk menghitung beban tanjakan/turunan
  5. Output Route: Tentukan lokasi garis jalan yang dihasilkan
  6. Klik Run
🚁

20. Drone Mission Planner

PRO TIER

Perencanaan misi terbang drone (Terrain Follow) 3D.

Langkah Penggunaan:

  1. Buka tool Drone Mission Planner
  2. AOI & DEM: Polygon area terbang dan DEM terrain
  3. Flight Altitude (AGL): Tinggi terbang relatif (m)
  4. Overlap (%): Persentase overlap samping (Side Lap)
  5. Direction Method: Arah jalur terbang (Auto Longest Edge / Manual Angle)
  6. Turn Margin (Overshoot): Jarak lebihan di ujung jalur untuk manuver aman
  7. Auto-Export KML: Export otomatis file .kml/.kmz untuk DJI Pilot/Litchi

💡 Tips: Aktifkan Auto-Export KML agar file misi siap diimport ke Remote Controller.

📉

22. Kerapatan Infrastruktur (Jalan & Parit)

PRO TIER

Menghitung kerapatan infrastruktur (m/Ha) jalan dan parit di dalam setiap blok.

Langkah Penggunaan:

  1. Buka tool Infrastructure Density Analysis
  2. Block Layer: Pilih layer polygon blok
  3. Infrastructure Polyline: Pilih layer jaringan infrastruktur (Garis)
  4. Infrastructure Type: Pilih Road (Jalan) atau Drain (Parit)
  5. Klik Run

23. Buffer & Luas Area Infrastruktur (Loss/Hilang)

PRO TIER

Menghitung luas area yang hilang (Area Loss) akibat lebar badan jalan atau parit.

Langkah Penggunaan:

  1. Buka tool Infrastructure Buffer Analysis
  2. Block Polygon: Pilih layer blok tanam
  3. Infrastructure Polyline: Pilih layer infrastruktur
  4. Infrastructure Type: Pilih Road atau Drain
  5. Standard Width: Pilih "Use Standard Specs" untuk lebar otomatis, atau Custom Width
  6. Klik Run

💡 Info: Sangat berguna untuk menghitung Net Plantable Area aktual dengan akurat berdasarkan spesifikasi infrastruktur.

VI. Web & Reporting

🌐

21. Export to GeoJSON (WebGIS)

PRO TIER

Export layer GIS ke JSON untuk Web Dashboard.

Langkah Penggunaan:

  1. Buka tool Export Data to WebGIS JSON
  2. Input: Pilih layer feature
  3. Output: Folder tujuan

VII. System & Licensing

🔑

00. Check License Status (Cek Status Lisensi)

FREE TIER

Cek status lisensi, tier, dan sisa masa trial/subscription Anda.

Langkah Penggunaan:

  1. Buka tool Check License Status
  2. Klik Run (tidak perlu input apapun)
  3. Lihat informasi di output message
  4. Setelah selesai, klik View Details
  5. Salin kode pada baris ID Mesin / Machine ID

💡 Info yang Ditampilkan: Status (Trial/Active/Expired), Tier (Free/Basic/PRO), Sisa Hari, Machine ID

⚙️

01. Install / Repair Dependencies

FREE TIER

Menginstal library Python yang dibutuhkan secara otomatis, wajib dijalankan pertama kali untuk fitur AI/Deep Learning.

Langkah Penggunaan:

  1. Buka tool Install / Repair Dependencies
  2. Centang Install AI Dependencies (ONNX, OpenCV) jika Anda akan menggunakan Oil Palm Detection
  3. Klik Run dan tunggu hingga proses download selesai

💡 Penting: Pastikan komputer terhubung dengan internet saat menjalankan instalasi.

FAQ (Pertanyaan Umum)

Q: Bagaimana cara upgrade dari Trial ke Basic/PRO?

A: Klik tombol "Beli Paket" di landing page → Isi form pemesanan → Transfer pembayaran → Kirim bukti via WhatsApp. Admin akan aktivasi dalam 1x24 jam.

Q: Apakah bisa digunakan offline?

A: Setelah aktivasi trial/lisensi pertama kali (butuh internet), toolbox bisa digunakan offline. Sistem hanya cek lisensi saat tool dijalankan (tidak perlu koneksi terus-menerus).

Q: Berapa resolusi citra yang direkomendasikan untuk AI Detection?

A: Resolusi terbaik: 20-30 cm/pixel. Masih bisa bekerja hingga 50 cm/pixel, tapi akurasi menurun. Gunakan citra RGB (true color).

Q: Apakah lisensi berlaku untuk 1 komputer atau bisa dipindah?

A: Lisensi terikat dengan Machine ID (1 komputer). Jika ingin pindah komputer, hubungi admin untuk reset lisensi.

Butuh Bantuan Lebih Lanjut?

Hubungi admin kami via WhatsApp untuk konsultasi gratis

Hubungi Admin